Saturday, March 12, 2016

10 BINATANG ENDEMIK INDONESIA (TEN ENDEMIC ANIMALS IN INDONESIA)


Komodo (Varanus komodoensis)


Komodo merupakan sejenis kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Nusa Tenggara. Rata-rata panjang tubuhnya 2 – 3 meter dengan kemampuan mengibaskan ekor untuk melumpuhkan musuh atau mangsanya. Dilengkapi penciuman dan sensor lidahnya yang tajam, komodo dapat mendeteksi mangsa pada jarak hingga 9,5 kilometer. Kemampuan ini menempatkannya sebagai predator puncak di ekosistemnya. Komodo ini rentan kepunahan dan saat ini dilindungi oleh undang-undang dan dibuatkan taman nasional dengan nama Taman Nasional Komodo.

Komodo Dragon is a type of the world's largest lizard that live on the island of Komodo, Nusa Tenggara. The average body length of 2 – 3 meters with the ability to flick the tail to paralyze the enemy or prey. Come smell sensor and sharp tongue, the komodo dragon can detect prey at a distance up to 9.5 kilometers. This capability placed it as the top predator of the ecosystem. The Komodo dragon is prone to extinction and is currently protected by the law and created a national park by the name of Taman Nasional Komodo.









Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)


Harimau Sumatera merupakan subspecies yang berasal dari Pulau Sumatera. Terdapat 6 subspesies di dunia yang masih hidup, Harimau Sumatera adalah salah satunya. Lembaga Konservasi Dunia (IUCN) menyatakan hewan ini termasuk yang terancam punah sehingga harus dilindungi. Populasi rata-rata antara 400-500 ekor dan hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.

Harimau Sumatera is a subspecies which originated on the island of Sumatra. There are 6 subspecies in the world which is still alive, Harimau Sumatera is one of them. World Conservation Agencies (IUCN) declared this animal including endangered so that should be protected. Its population average between 400-500 and live in national parks in Sumatera. Cutting edge genetic test has revealed signs of a unique genetic, which signifies that this subspecies may evolve into separate species, when managed sustainably.







Katak kepala-pipih Kalimantan (Barbourula kalimantanensis)


Katak kepala-pipih Kalimantan merupakan katak langka dan satu-satunya jenis katak yang tidak memiliki paru-paru. Katak ini berukuran sedang, jantan panjang tubuhnya 68 milimeter dan betina bisa mencapai 77 milimeter. Habitat katak ini murni berada di air dangkal dan jernih serta hanya berada di sekitar Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. IUCN menyatakan katak ini terancam punah karena kecilnya populasi.


Katak kepala-pipih Kalimantan (The flat-headed frog of Borneo) is rare and the only type of frog that do not have lungs. This has medium-sized body, the male body length of 68 mm and females can reach 77 millimeters. This Habitat is in shallow water pure and clear and just being around Nanga Pinoh, West Kalimantan. The IUCN declared this frog endangered due to its small population.







Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo)


Maleo adalah burung asli Indonesia yang hidup hanya di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi seperti Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Panjang burung Maleo sekitar 55 cm dan merupakan satu-satunya burung di genus Macrocephalon. Keunikan burung ini adalah saat baru menetas, anak burung Maleo sudah bisa terbang. Habitat burung ini semakin menyempit dan telor-telornya diambil manusia sehingga terancam punah.


Maleo is a bird native to Indonesia which live only in the lowland tropical forests of Sulawesi, such as Gorontalo and Central Sulawesi. The length of Maleo about 55 cm and is the only bird in the genus Macrocephalon. The uniqueness of this bird is when its egg hatchs, the young Maleo is able to fly. The habitat of it is getting narrowed and the eggs are taken by human. So it's endangered now.








Tarsius Bangka (Tarsius bancanus)


Tarsius Bangka merupakan primata endemik Sumatera dan Kalimantan dengan panjang tubuh hanya sekitar 12-15 cm, berat 128 gram yang jantan dan 117 gram betina. Tarsius ini tersebar di Indonesia (pulau Kalimantan, Sumatera, dan pulau-pulau sekitar seperti Bangka, Belitung, dan Karimata), Malaysia (Sabah dan Serawak) dan Brunei Darussalam. Saat ini Tarsius Bangka ditetapkan sebagai Fauna identitas provinsi Bangka Belitung.


Tarsius Bangka is a primate endemic to Sumatera and Kalimantan with a body length of only about 12-15 cm, weight 128 gram for male, 117 for female. Tarsius spreads arround in Indonesia (Kalimantan, Sumatra, and the islands of Bangka, Belitung and Karimata), Malaysia (Sabah and Serawak) and Brunei Darussalam. Currently Tarsius Bangka is designated as Fauna emblems of Bangka Belitung.






Arwana (Scleropages formosus)


Arwana merupakan salah satu spesies ikan air tawar di Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang dengan sirip dubur terletak jauh di belakang. Arwana Asia ini umumnya berwarna keperak-perakan dengan kombinasi warna lainnya tergantung daerah ditemukannya. Arwana sebenarnya termasuk jenis ikan purba yang hingga kini belum punah. Banyak nama yang melekat padanya, diantaranya ikan siluk, ikan kayangan, ikan kalikasi, dan ikan kelasa. Penemuan di Indonesia, varietas warna yang ditemukan adalah hijau, emas dengan ekor merah dan merah. Arwana Asia masuk status terancam punah karena seringnya diperdagangkan dengan nilai tinggi terutama yang menganggap ikan ini membawa keberuntungan.


Arwana is a species of freshwater fish in Southeast Asia. This fish has a long body with anal fin is located far behind. The Asian Arwana is commonly colored silvery with a combination of other colors depending on the area of the discovery. Arwana is actually an ancient fish species which up to now not yet extinct. Many names attached to it, including fish siluk, fish heaven, kalikasi fish, and fish kelasa. The discovery in Indonesia, varieties of color that is green, gold with red tailed and red. Asian Arwana enter to endangered status due to the often high-value traded primarily considers that this fish brings good luck.






Surili Jawa (Presbytis comate)


Surili Jawa adalah spesies monyet dunia lama yang endemik pada sebagian pulau Jawa. Hewan ini menyukai hutan primer dan penghuni pohon. Terdapat dua subspesies Surili Jawa: Presbytis comata comata yang ditemukan di Jawa Barat dan Presbytis comata fredericae yang menghuni hutan Jawa Tengah.


Surili Jawa is a monkey species of old world that is endemic to the island of Java. It likes the old-growth forests and a tree dweller. There are two subspecies of it : Presbytis comata comata that found in West Java and Presbytis comata fredericae that inhabit the forests of Central Java.






Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)


Badak Jawa atau Badak Bercula Satu merupakan satu dari lima badak yang ada. Badak ini masih satu kelompok dengan Badak India dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Culanya biasanya lebih pendek dari 20 cm. Badak ini status konservasinya sangat kritis dan hanya 40-50 hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa yang menjadikannya sebagai mamalia terlangka di dunia. Penurunan populasi disebabkan perburuan untuk diambil culanya, yang sangat berharga untuk pengobatan tradisional di Tiongkok.


Badak Jawa or Badak Bercula Satu (The Javan rhinoceros or the one-horned Rhinoceros) is one of five existing Rhino. This rhino is still one group with India's and has mosaic skin which resembles armor. Its horn is usually shorter than the 20 cm. Its conservation status is very critical and only 40-50 live in Ujung Kulon National Park in Java that makes it is the most rare mammals of the world. Population decline due to poaching for its horn, which is a very valuable for traditional medicine in China.





Hiu Karpet Berbintik (Hemiscyllium freycineti)


Hiu Karpet Berbintik adalah jenis ikan endemik Indonesia. Hiu ini termasuk hewan bertulang belakang yang dipercaya ditemukan di Papua tepatnya di perairan Kepulauan Raja Ampat. Ciri khas hiu ini adalah memiliki warna kulit dengan pola seperti macan tutul yang tersebar merata dan gradasi warna coklat serta kuning keemasan seperti hamparan karpet di tubuhnya. Itulah mengapa dinamakan Hiu Karpet Berbintik.


Hiu Karpet Berbintik (Indonesian speckled carpetshark) is a type of fish endemic to Indonesia. This shark is included to vertebrates that was believed found in Papua in the Raja Ampat Islands waters. The hallmark of this shark is to have a skin color with patterns like leopard is spread evenly and tint of brown and golden yellow like the expanse of carpeting on his body. That is why it is called speckled carpetshark.






Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

Penyu Belimbing adalah sejenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya. Jenis penyu ini dapat dengan mudah dikenali dari karapaksnya yang berbentuk seperti garis-garis pada buah belimbing. Warna karapaks pada penyu dewasa adalah hitam atau coklat.

Penyu Blimbing (Starfruit Turtle) is a giant turtle and the only types of tribe Dermochelyidae. This turtle is the world's largest turtles and for reptiles is the fourth-largest in the world after three types of crocodiles. Types of this turtle can be easily recognized from its carapace which is shaped like the stripes on a starfruit. An adult turtle has black or brown color on its carapace.



 



Sumber : Wikipedia